GIS Day, Bagek Kembar, Nusa Tenggara Barat

Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) Universitas Islam Al – Azhar Mataram (MAPIN Komwil NTB), telah menghadiri kegiatan GIS Day yang diselenggarakan oleh KELOMPOK MASYARAKAT PENGELOLA EKOWISATA MANGROVE BAGEK KEMBAR (SEKOTONG), dengan tema Menemukan Keajaiban Mangrove Bagek Kembar dengan SIG (Discovering Mangrove Bagek Kembar Through GIS), pada hari Minggu, 12 November 2017.

Acara tersebut dihadiri oleh Kelompok Masyarakat Pengelola Ekowisata Mangrove Bagek Kembar, Peserta Kelas Alam Bagek Kembar, Mahasiswa/Dosen Geografi (Ilmu Kebumian), dan masyarakat umum.

Tujuan kegiatan ini adalah

  1. Mensosialisasikan manfaat/kegunaan ilmu/teknik Sistem Informasi Geografis (SIG) kepada masyarakat melalui eksplorasi Kawasan Ekowisata Mangrove Bagek Kembar (KEMBar).
  2. Mengenalkan Kawasan Ekowisata Mangrove Bagek Kembar (KEMBar) kepada masyarakat melalui cara yang unik, SIG, agar lebih berkesan dan bertahan lama.

 

Manfaat atau Fungsi Mangrove

Ekosistem hutan mangrove memberikan banyak manfaat baik secara tidak langsung (non economic value) maupun secara langsung kepada kehidupan manusia (economic values).

Beberapa manfaat tidak langsung sebagai konsumsi manusia antara lain:

  1. Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai;
  2. Menjernihkan air, penahan lumpur dan perangkap sedimen;
  3. Peredam gelombang dan angin badai;
  4. Mengawali rantai makanan;
  5. Melindungi dan memberi nutrisi (nurserydan spawning);
  6. Pemasok larva ikan, udang, dan biota laut lainnya;.
  7. Sebagai tempat pariwisata;
  8. Manfaat bagi manusia.

 

Upaya Melestarikan Hutan Mangrove

Hutan mangrove adalah hutan yang mempunyai banyak sekali manfaat. Manfaat- manfaat dari hutan mangrove sendiri telah dipaparkan di atas. Oleh karena hutan mangrove ini mempunyai banyak sekali manfaat dan juga sifat penting, maka keberadaan hutan mangrove ini perlu dilestarikan. Sementara itu hutan mangrove yang ada di Indonesia sudah banyak mengalami kerusakan, maka dari itulah perlu dilakukan upaya- upaya untuk melestarikan kembali hutan mangrove yang telah rusak. Beberapa cara untuk melestarikan kembali hutan mangrove yang telah rusak antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Penanaman kembali hutan mangrove;
  2. Pengaturan kembali tata ruang wilayah pesisir;
  3. Peningkatan kesadaran masyarakat;
  4. Peningkatan pengetahuan masyarakat dan penerapan kearifan lokal mengenai konservasi;
  5. Program komunikasi konservasi hutan mangrove
  6. Perbaikan ekosistem wilayah pesisir secara terpadu dan berbasis masyarakat

Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki maupun melestarikan hutan mangrove. Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan masyarakat.

You must be logged in to post a comment Login